Penguat Operasional (Op-Amp)


Penguat Operasional (Operational Amplifier – Op Amp) adalah sebuah penguat instan yang bisa langsung dipakai untuk benyak aplikasi penguatan. Sebuah Op amp biasanya berupa IC (Integrated Circuit). Pengemasan Op amp dalam IC bermacam-macam, ada yang berisi satu op amp (contoh : 741), dua op amp (4558, LF356), empat op amp (contoh = LM324, TL084), dll.

Simbol Op amp

Simbol Op amp

Penguat Operasional tersusun dari beberapa rangkaian penguat yang menggunakan transistor atau FET. Biasanya membuat penguat dari op amp lebih mudah dibandingkan membuat penguat dari transistor karena tidak memerlukan perhitungan titik kerja, bias, dll.


Kelebihan penguat operasional (op amp):

  1. Impedansi input yang tinggi sehingga tidak membebani penguat sebelumnya.
  2. Impedansi output yang rendah sehingga tetap stabil walau dibebani oleh rangkaian selanjutnya.
  3. Lebar pita (bandwidth) yang lebar sehingga dapat dipakai pada semua jalur frekuensi audio (woofer, midle, dan tweeter)
  4. Adanya fasilitas offset null sehingga memudahkan pengaturan bias penguat agar tepat dititik tengah sinyal.

Bagian-bagian dalam Op amp :

  1. Penguat Differensial, yaitu merupakan bagian input dari Op amp. penguat differensial mempunyai dua input (input + dan input -)
  2. Penguat Penyangga (Buffer), yaitu penguat penyangga sinyal output dari penguat differensial agar siap untuk dimasukkan ke penguat akhir op amp.
  3. Pengatur Bias, yaitu rangkian pengatur bias dari penguat differensial dan buffer agar diperoleh kestabilan titik nol pada output penguat akhir
  4. Penguat Akhir, yaitu penguat yang merupakan bagian output dari Op amp. Penguat Akhir ini biasanya menggunakan konfigurasi push-pull kelas B atau kelas AB.

Penggunakan penguat operasional:

1. Pembanding (Comparator)

Comparator adalah penggunaan op amp sebagai pembanding antara tegangan yang masuk pada input (+) dan input (-).

Comparator

Comparator

Jika input (+) lebih tinggi dari input (-) maka op amp akan mengeluarkan tegangan positif dan jika input (-) lebih tinggi dari input (+) maka op amp akan mengeluarkan tegangan negatif. Dengan demikian op amp dapat dipakai untuk membandingkan dua buah tegangan yang berbeda.

2. Penguat Pembalik (Inverting)

Penguat Pembalik

Penguat Pembalik

Penguat pembalik adalah penggunanan op amp sebagai penguat sinyal dimana sinyal outputnya berbalik fasa 180 derajat dari sinyal input.

3. Penguat tidak membalik (Non Inverting)

Penguat tidak membalik

Penguat tidak membalik

Penguat tidak membalik adalah penggunanan op amp sebagai penguat sinyal dimana sinyal outputnya sefasa dengan  sinyal input.

4. Penguat differensial

Penguat Diferensial

Penguat Diferensial

Penguat differensial adalah penggunaan op amp untuk mencari selisih antara dua buah titik tegangan yang berbeda.

5. Penguat penjumlah (Summing Amplifier)

Penguat Penjumlah

Penguat Penjumlah

Penguat penjumlah berfungsi menjumlahkan level masing masing sinyal input yang masuk ke op amp. Penggunanan op amp sebagai penjumlah sering dijumpai pada rangkaian mixer audio.

6. Integrator (atau LPF)

Integrator

Integrator

Integrator berfungsi mengintegralkan  tagangan input terhadap waktu. Penggunanan integrator juga sebagai tapis lulus bawah (Low Pass Filter)

7. Differensiator (atau HPF)

Diferensiator

Diferensiator

Differensiator berfungsi mendiferensialkan tagangan input terhadap waktu. Penggunanan diferensiator juga sebagai tapis lulus atas (High Pass Filter)

Silahkan download artikel ini dalam format PDF disini

About these ads

4 Responses to Penguat Operasional (Op-Amp)

  1. freemansons says:

    1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan OP-AMP?
    2. Sebutkan fungsi dan karakteristik dari sebuah OP-AMP!
    3. Buatlah symbol skematis dari sebuah OP-AMP dan sebutkan masing – masing bagiannya!
    4. Jelaskan fungsi dari masing – masing kaki OP-AMP (pada OP – AMP 741)menurut datasheet yang anda peroleh!
    5. Tentukan besarnya gain bagi amplifier membalik dan tak membalik!
    6. Bagaimana prinsif kerja dari pengikut tegangan (voltage follower)!
    7. Bagaimana sifat-sifat op-am ideal dan hubungannya dengan op-amp nyata!
    8. Bagaimana hubungan tegangan input dan output dari amplifier penjumlah/adder!
    9. Apa yang dimaksud dengan frekuensi cut-off atau putus dan berapa besarnya gain pada kondisi ini?
    10. Berapa frekuensi cut-off dari filter-filter pada percobaan yang anda lakukan dan bandingkan hasil ini dengan perhitungan/teorinya!

    • Jabrig says:

      @freemansons

      alangkah bijak dan baik hati bila mana anda tau DAN MAU menambah isi artikel ini…
      Saya rasa artikel ini sudah cukup membantu bagi para pemula …

      Disinilah fungsi dari ”blog” untuk saling berbagi..

      Coba pahami judul atas artikel ini / kop dari blog ini..
      Mungkin anda bisa mengerti…
      Trims,,
      salam

      jabrig

  2. Pingback: Rangkaian Power Amplifier Dengan IC TDA2030 Sistem Tegangan Tunggal | Abi Sabrina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers

%d bloggers like this: