10 Hal yang dilakukan setelah instal Linux Mint 15 KDE 32bit


Tampilan Desktop Linux Mint 15 KDE 32bit

Tampilan Desktop Linux Mint 15 KDE 32bit


Linux Mint 15 Olivia hadir dalam beberapa versi rilis, diantaranya Desktop KDE 32bit. Dibandingkan dengan versi 64bit saya lebih memilih yang 32bit. Hal ini dikarenakan cukup stabil dan pengalaman crash saat menggunakan versi yang 64bit. Jika dibandingan dengan versi desktop yang lain, KDE menjadi pilihan karena memenuhoi unsur yang ada dalam desktop MATE dan Cinnamon. Pada desktop MATE diperoleh kestabilan dan kecepatan dan pada Cinnamon diperoleh kelengkapan dan tampilan grafis yang lebih baik. Linux Mint Desktop KDE mempunyai keduanya.

Setelah instal Linux Mint KDE 32bit ada setidaknya 10 hal penting yang harus dilakukan, yaitu :

  1. Membuat koneksi internet
    Ini adalah setting koneksi internet seperti dial-up pada Windows. Sebelumnya pastikan modem telah terdeteksi pada device manager. Berikut ini langkah-langkah membuat koneksi internet :

    • Klik Icon Connection disebelah kanan bawah (sebelah icon volume) lalu klik manage connection
    • Klik tab Mobile Broadband lalu klik Add dan buat koneksi sesuai dengan provider yang kita pakai
    • Setelah selelai klik OK dan coba koneksi tersebut
  2. Update system Linux Mint
    Ini adalah hal yang pertama dan utama yang harus dilakukan setelah kita menginstal os Linux dan. Sebelumnya pastikan seting koneksi internet diatas telah berhasil. Mengapa perlu update? Dengan update system akan membuat kinerja Linux Mint menjadi lebih baik. Beberapa bug yang ada pada rilis versi biasanya akan diperbaiki pada versi rilis selanjutnya, namun sebelum muncul versi berikutnya kita bisa menikmati update lebih dahulu dengan menjalankan perintah berikut ini :

    • sudo apt-get update
    • sudo apt-get upgrade
  3. Membuat auto mount ex. partisi Windows (NTFS dan FAT32)
    Saat habis booting/loading OS, biasanya Ex. partisi-partisi Windows belum dimount. Sehingga pada aplikasi sering ditemui error saat dijalankan pertam kali karena file/recent file tidak ada. Untuk mount partisi tersebut kita bisa lakukan secara manual dengan membuka masing-masing drive partisi melalui file manager Dolphin. Sebetulnya hal ini bisa dilakukan secara otomatis saat pertama kali booting/loading OS.
    Cara pertama dengan menginstal Python Storage Disk Manager (PySDM). Ini adalah cara termudah dengan tampilan GUI dan tidak memerlukan keahlian script. Namun saya tidak pernah berhasil dengan cara ini.
    Cara kedua adalah dengan mengedit file fstab pada folder /etc

    • lihat data partisi yang ada pada harddisk :
      sudo fdisk -l
    • jika benar akan tampil seperti contoh berikut ini:
      Disk /dev/sda: 640.1 GB, 640133946880 bytes
      255 heads, 63 sectors/track, 77825 cylinders, total 1250261615 sectors
      Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
      Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
      I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
      Disk identifier: 0x3dcc3dccDevice Boot Start End Blocks Id System
      /dev/sda1 * 2048 78125055 39061504 83 Linux
      /dev/sda2 78127102 1250242559 586057729 f W95 Ext’d (LBA)
      /dev/sda5 81915498 471363164 194723833+ 7 HPFS/NTFS/exFAT
      /dev/sda6 471363228 860810894 194723833+ 7 HPFS/NTFS/exFAT
      /dev/sda7 860810958 1250242559 194715801 7 HPFS/NTFS/exFAT
      /dev/sda8 78127104 81913855 1893376 82 Linux swap / Solaris
      note : beda harddisk beda tampilan, perhatikan daftar /dev/sda nya
    • buat folder pada /media, contoh:
      sudo mkdir /media/DATA
      sudo mkdir /media/MULTIMEDIA
      sudo mkdir /media/SOFTWARE
    • edit file fstab :
      sudo nano /etc/fstab
    • tambahkan script berikut ini untuk partisi NTFS :
      /dev/sdax /media/folder ntfs-3g defaults.locale=en_US.UTF-8 0 0
    • Contoh:
      /dev/sda5 /media/DATA ntfs-3g defaults.locale=en_US.UTF-8 0 0
      /dev/sda6 /media/MULTIMEDIA ntfs-3g defaults.locale=en_US.UTF-8 0 0
      /dev/sda7 /media/SOFTWARE ntfs-3g defaults.locale=en_US.UTF-8 0 0
    • Simpan file fstab dengan menekan Ctrl+X lalu Save Yes kemudian restart komputer
    • Note : Untuk partisi FAT32 gunakan perintah ini :
      /dev/sdax /media/folder vfat umask=000 0 0
  4. Remove Amarok, Instal Clementine
    Amarok dan Clementine adalah pemutar file audio pada Linux. Diantaranya keduanya saya lebih memilih Clementine karena ringan dan mudah digunakan. Pada Clementine kita bisa membuka file layaknya explorer dan bisa membuat playlist dengan mudah dengan hanya klik+drag file audio kedalam playlist. Sebetulnya ada lagi pemutar audio lain seperti Audacious, namun dari pengalaman saya tampaknya Clementine lebih baik.

    • Uninstal Amarok denga masuk ke Software Manager lalu pilih Amarok dan Uninstal
    • Instal Clementine dengan mengetik perintah berikut ini:
      sudo add-apt-repository ppa:me-davidsansome/clementine
      sudo apt-get update
      sudo apt-get install clementine

    • Instal Clementine juga bisa dilakukan dari website http://community.linuxmint.com/software/view/clementine lalu klik instal
  5. Instal Wine
    Wine adalah aplikasi Windows Emulator pada Linux. Dengan Wine kita bisa menjalankan aplikasi berbasis Windows seperti Format Factory dan Bitvise Tunellier. Instal Wine bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu offline installer dan online installer.

    • Download file installer Wine di http://wine.budgetdedicated.com/archive/binary/ lalu jalankan file *.deb nya
    • Instal Wine dengan online installer:
      sudo add-apt-repository ppa: ubuntu-wine/ppa
      sudo apt-get update
      sudo apt-get install wine1.6
      sudo apt-get install winetricks
  6. Instal Libe Office Impress
    Libre Office Impress adalah aplikasi untuk membuat file presentasi layaknya Microsoft Office Power point pada Windows. Yang unik pada distribusi Linux Mint 15 KDE 32bit adalah tidak disertakannya LibreOffice Impress. Untuk menginstal LibreOffice Impress pada Linux Mint:

  7. Instal Ink Scape
    Ink Scape adalah aplikasi Drawing mirip dengan Corel Draw pada Windows. Bedanya adalah Ink scape adalah software gratis dan bebas digunakan. Untuk menginstal Ink Scape pada Linux Mint:

  8. Instal Openshot
    Bagi yang membutuhkan software untuk editing video pada Linux, Openshot bisa menjadi alternatif. meskipun gratis namun fiturnya sudah cukup untuk proses editing video yang sederhana. Untuk menginstal Openshot pada Linux Mint:

  9. Instal Chrome
    Sebetulnya pada saat nstal Linux Mint kita sudah diberi aplikasi browser yaitu Firefox. Namun tidak ada salahnya jika kita mencoba browser tercepat buatan google, Chrome. Untuk menginstal Chrome pada Linux Mint:

  10. Instal Uget
    Uget adalahaplikasi download manager seperti IDM yang populer pada aplikasi Windows. Hal-hal yang bisa dilakukan pada IDM juga bisa dilakukan pada Uget, seperti queue download dan manajemen file download. Untuk menginstal Chrome pada Linux Mint:

Silahkan download artikel ini dalam format PDF disini

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: